Bayangkan ini: tahun 2050. Coto Makassar sudah jadi salah satu ikon kuliner dunia. Turis dari Jepang, Prancis, sampai Amerika antre makan coto di pinggir jalan Makassar. Unesco menetapkannya sebagai warisan budaya.
Kedengarannya mustahil? Mungkin. Tapi lihat bagaimana rendang dan nasi goreng sudah mendunia sekarang. Coto punya potensi yang sama besar. Kuah kacangnya yang creamy, bumbu rempah yang kompleks, dan cara makannya yang unik — pakai tangan langsung dari piring — semua itu punya daya tarik sendiri.
Nah, mumpung coto belum sepopuler itu, kita belajar bikin sendiri di rumah. Soalnya resep coto Makassar asli ini bukan cuma enak. Ini adalah masa depan kuliner Indonesia yang lagi kamu masak sekarang.
Kalau kita lihat sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, coto Makassar punya semua syarat jadi superstar kuliner. Pertama, kuah kacangnya. Orang-orang di seluruh dunia suka rasa gurih dan creamy dari kacang. Satay sauce aja jadi favorit global. Coto pakai konsep yang sama, tapi lebih kompleks dan kaya rasa.
Kedua, cara penyajiannya yang Instagramable. Coto disajikan di piring ceper dengan ketupat di sampingnya. Taburan bawang goreng dan daun bawang di atasnya. Sama sambal dan jeruk nipis di pinggir piring. Warna-warninya cantik dan fotogenik banget.
Ketiga, coto itu comfort food sejati. Hangat, gurih, dan mengenyangkan. Orang Jepang punya ramen. Orang Korea punya kimchi jjigae. Orang Makassar punya coto. Sama-sama menghangatkan jiwa di hari yang dingin atau saat lagi butuh hiburan lewat makanan.
Coto Makassar bukan resep baru. Masyarakat Bugis-Makassar sudah memasaknya sejak ratusan tahun lalu. Awalnya, coto dibuat dari jeroan sapi yang dimasak dengan bumbu sederhana. Seiring waktu, resepnya berkembang. Kacang tanah mulai ditambahkan sebagai pengental alami.
Rempah-rempah seperti lengkuas, serai, dan jahe masuk ke dalam kuah. Begitu juga dengan tauco yang memberi rasa umami khas. Hasilnya? Kuah coto yang sekarang kita kenal: kental, gurih, sedikit manis, dan penuh aroma rempah.
Setiap keluarga di Makassar punya resep coto rahasia masing-masing. Ada yang pakai lebih banyak kacang. Ada yang suka lebih pedas. Ada yang tambahin santan biar makin kaya. Yang pasti, semua versi itu enak.
Ini dia bahan-bahan yang kamu butuhin. Gak perlu takut sama banyaknya rempah. Justru itu yang bikin coto terasa spesial.
Bumbu halus adalah jiwa coto Makassar. Kunci pertama: sangrai semua rempah kering sebelum dihaluskan. Ketumbar, jintan, dan kemiri harus disangrai sampai wangi. Ini bedanya coto rumahan yang biasa dengan coto yang bikin orang antre.
Kunci kedua: kacang tanahnya jangan digoreng terlalu kering. Cukup sampai kuning kecokelatan. Kalau terlalu gosong, kuah coto jadi pahit. Kalau kurang matang, rasa kacangnya kurang keluar.
Blender semua bumbu dengan minyak, bukan air. Minyak membantu bumbu lebih halus dan aromanya lebih keluar saat ditumis. Kalau perlu, tambahin sedikit air panas biar proses blendernya lancar.
Coto Makassar sering disamakan dengan soto Betawi atau soto Medan karena sama-sama pakai jeroan. Tapi kuah coto benar-benar beda kelas. Kuah coto dipekatkan dengan kacang tanah yang dihaluskan. Hasilnya, kuahnya kental, creamy, dan penuh rasa gurih alami.
Saus kacang biasa — seperti untuk siomay atau gado-gado — pakai gula merah lebih banyak. Rasanya dominan manis. Kuah coto sebaliknya: gurih dan asin lebih mendominasi. Rasa manis cuma sebagai penyeimbang. Ini yang bikin coto cocok dimakan dengan ketupat polos tanpa rasa.
Tauco adalah rahasia lain yang bikin kuah coto makin kompleks. Tauco adalah fermentasi kacang kedelai yang rasanya asin dan sedikit umami. Fungsinya seperti kecap asin pada masakan Tionghoa. Tapi rasanya lebih dalam dan lebih "tanah".
Daging sapi untuk coto harus dipilih yang tepat. Jangan ambil has dalam yang terlalu empuk. Dagingnya bakal hancur saat direbus lama. Pilih bagian sengkel, sandung lamur, atau paha depan.
Bagian-bagian ini mengandung lemak dan kolagen. Kolagen akan laruh dalam rebusan lama. Hasilnya, daging tetap empuk tapi tidak hancur. Kuahnya juga jadi lebih kaya karena lemak dari daging.
Jeroan seperti babat, paru, dan hati juga bisa ditambahkan. Tapi pastikan membersihkannya dengan benar. Cuci babat dengan air jeruk nipis dan garam, bilas, lalu rebus sebentar sebelum dimasukkan ke kuah coto.
Orang Makassar punya cara makan coto yang khas. Bukan pakai sendok seperti sup biasa. Tapi pakai tangan langsung. Nasi atau ketupat diletakkan di piring ceper. Kuah coto disiram di atasnya.
Ambil sedikit ketupat yang sudah terkena kuah. Celupkan ke sambal rawit. Tambahkan perasan jeruk nipis. Nikmati dalam satu suapan. Perpaduan rasa gurih kuah kacang, pedas sambal, dan asam segar jeruk nipis bikin lidah bergoyang.
Kalau gak biasa makan pakai tangan, pakai sendok juga gak papa. Tapi kalau mau pengalaman autentik, coba makan pakai tangan. Rasanya jadi lebih terasa. Serius.
Seperti resep legendaris lainnya, coto Makassar punya banyak variasi. Ingin rasa yang lebih ringan? Kurangi takaran kacang tanah menjadi setengahnya. Ingin lebih pedas? Tambah cabai rawit ke dalam bumbu halus.
Ada juga versi coto santan. Beberapa orang di Makassar menambahkan santan kental ke dalam kuahnya. Hasilnya lebih kaya dan gurih. Tapi versi asli tanpa santan lebih umum dan lebih ringan di perut.
Buat yang vegetarian, coto bisa dibuat dengan jamur tiram atau tahu goreng sebagai pengganti daging. Kuah kacangnya tetap sama. Tetap enak dan tetap nikmat.
Coto Makassar bukan cuma untuk sarapan. Bisa juga untuk makan siang berat atau makan malam. Cocok disajikan saat acara keluarga, arisan, atau kumpul-kumpul dengan teman.
Satu panci coto cukup untuk 6-8 orang. Tinggal tambah ketupat dan sambal. Makanan ini juga praktis karena bisa dimasak sehari sebelumnya. Tinggal dipanaskan saat mau disajikan. Rasanya malah makin enak.
Coto juga tahan di kulkas sampai 3-4 hari. Simpan di wadah kedap udara. Pisahkan kuah dan ketupatnya. Ketupat jangan dicampur kuah kalau mau disimpan. Nanti ketupatnya jadi lembek.
Sudah siap bikin coto Makassar sendiri?
Jangan cuma baca. Langsung ke dapur dan praktikkan resep di atas. Rasakan sendiri kenapa coto adalah masa depan kuliner Indonesia.
Dari masa depan, untuk masa kini. 🐱